Sekarang ini saya sedang menggunakan Ubuntu: Hardy Heron (8.04); yang mana juga menandakan kali pertama saya menggunakan Linux secara stand alone, alias benar-benar diinstall, tidak hanya live CD saja. Yah, akhirnya kesampaian juga mencoba untuk memulai belajar Linux. Mencoba untuk menggunakan software yang benar-benar asli, tidak lisensi Wahana (Wah Ono) yang harganya cuma Rp 2500an itu. Hehehe.
Setelah mencoba membaca-baca artikel mengenai Linux, saya ingin segera mencobanya. Itu sejak saya kelas 1 SMA (4 tahun yang lalu). Kalau tidak salah dulu itu jamannya RedHat, Slackware, dsb. Saya mencoba menginstallnya ke komputer satu-satunya di rumah. Yah, karena cuma sekedar trial n error, data-data di hard disk malah kehapus semua. Partisi hard disk semua hilang. Saat itu saya masih bingung dengan yang namanya partisi hard disk. Linux pada jaman itu, installernya memang tidak user friendly sekali tampilannya. Atau minimal, tidak sederhana. Tidak bisa kita sekedar memilih metode install: auto.
Pasca kehilangan data itu tadi, batal lagi belajar Linux. Sampai kelas dua, kembali saya mencoba menginstall distro Linux Slackware. Kali ini, data memang tidak hilang semua. Tapi hilang satu drive. Itupun sukses nginstall, tapi tidak bisa booting. Gagal lagi, dan bikin males lagi. Walaupun saya adalah orang yang sering install ulang operating system (sampai hafal serial number, step by step-nya, dsb), tapi jujur, waktu yang harus dikorbankan itu lho, kok rasanya eman-eman sekali. Tapi tidak apalah, pengalaman berharga. Huehuehue.
Setahun berikutnya, saya ingin mencoba lagi, saat itu agak populer nama Ubuntu. Katanya distro Linux satu ini terkenal bagus, user friendly bagi orang yang terbiasa Windows, dsb. Waktu itu ada kakak kelas yang memberikan CD gratis Ubuntu (dari Ubuntu Ship It), nah saatnya dicoba.
Yah lumayan, installer Ubuntu (kalau tidak salah versi 6 po ya?), memang agak enak daripada distro-distro lain yang pernah saya coba (termasuk juga Xandros, BackTrack, Knoppix, pernah saya coba). Step by step, sukses diinstall. Ketika booting… Yah, OS Windowsnya tidak kedetect (saya lupa, dulu ada pilihan install Grub atau tidak. Sudah seperti itupun, booting Linuxnya, selalu macet ditengah-tengah, dengan error: bahwa driver VGA saya tidak kompatibel nampaknya (x-server atau x-window ya? error). Yaaahh, mutung deh.
Nah baru sekarang, pengin nyoba lagi. Namanya saja semangat belajar. Huehuehue. Versi Ubuntu terakhir adalah 8.04 dengan nama Hardy Heron ini. Dari review-review di blog-blog yang ada, nampaknya Ubuntu ini menawarkan fitur-fitur yang memukau (halah). Untuk masalah efek-efek tampilan, bisa mengalahkan Vista bahkan. Yup, setelah teman saya mendapatkan file ISO image-nya, saya minta dicopykan, burn, dan coba.
Alhamdulillah lancar-lancar saja dan sukses. Namun ada 1 yang trouble, yaitu (lagi-lagi) masalah driver VGA. Info: kali ini saya nginstall di laptop Acer 4520 saya). Jadi file driver VGA-nya, tidak ditemukan di server lokal Ubuntu Indonesia. Hampir mutung juga sih. Coba-coba saja iseng rubah settingannya. Pindahkan server source package Ubuntunya dari server Ubuntu Indonesia ke server Amerika-nya. Wuzz, wuzz, download lancar. Segera saya bisa bermain-main dengan efek di Ubuntu (Compiz-nya). Keren, keren, dan keren.
Alasan Kenapa Memilih (Belajar) Linux
- Linux bersifat free. Free = gratis, dan free = bebas. Alhamdulillah kalau Ubuntu ini juga gratis, mengingat beberapa distro Linux juga ada yang bayar.
- Karena gratis, jadi bisa Pede, percaya diri, karena menggunakan software asli, bukan bajakan (piracy). Ada kepuasan tersendiri, dibandingkan menggunakan software bajakan. Entah masalah halal/haram atau dosa atau tidak (kalau pakai bajakan).
- Menjadi tidak bergantung, hanya mengandalkan, kepada software-software tertentu saja (yang berbayar).
- Memacu perkembangan software-software alternatif, yang akan semakin kompetitif sehat (alias sudah tidak ada monopoli lagi), dan tentunya persaingan harga juga. Bisa memacu content lokal juga, alias produk-produk dalam negeri (programer, dsb).
- Linux adalah salah satu sistem besar di masa depan nanti. Dunia komputasi, web server, dsb, sekarang ini mayoritas menggunakan Linux atau Unix, karena memang terkenal aman, bandel, dan tentu saja murah.
So inilah saatnya belajar mendalami Linux ini. Saya sarankan memakai Ubuntu ini saja. Kelemahan Linux bagi saya sekarang ini hanyalah masalah kebiasaan saja. Saya masih mencoba membiasakan dengan user interface Linux (Ubuntu) ini, yang mirip-mirip pada Windows. Kelemahan lain, hanyalah masalah ketersediaan aplikasi / software yang powerfull seperti pada Windows. Mudah-mudahan produsen-produsen software, game, dsb, nanti juga mengembangkan software mereka untuk Linux juga, apalagi kalau bisa gratis. Huehuehuehue.
PS: Oh ya saya juga masih tetap menggunakan Windows XP (bajakan). Karena, ya itu, beberapa aplikasi yang biasa saya pakai (Corel Draw, Firework, dsb) hanya bisa di Windows. Sementara itu saya belum menemukan aplikasi alternatif di Linux. Selain itu, saya tetap dual OS dengan Windows karena, laptop ini dipakai untuk keluarga saya juga. Jadi, ya sebelum semua benar-benar bisa paham dengan Linux (Ubuntu) ini, ya pakai Windows. Huehueheuhue.


