Tips Fotografi, Kamera Digital, DSLR, Jenis Lensa
Tertarik dunia fotografi? Saya beri nasehat dari awal, ingat, hobi dan profesi yang berhubungan dengan fotografi sangatlah tidak murah (relatif mahal). Peralatan yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan karya fotografi yang bagus tidak murah untuk bisa didapatkan. Walau kunci utamanya adalah tetap “The Man behind the Gun” alias tergantung pemakainya (seorang ahli dengan peralatan seadanya bisa tetap mendapatkan yang diinginkannya), tapi dengan adanya peralatan (equipment) pendukung, itu dapat membantu proses tersebut.
Kenapa saya bilang dunia fotografi itu mahal? Dengan asumsi menggunakan kamera DSLR (Digital single-lens reflex) yang mumpuni untuk bisa mengatur eksposure secara manual, untuk kelas Low-Medium saja minimal harganya sekitar Rp 5 jutaan. Bermain dan belajar kamera SLR/DSLR tentu kurang jika tidak mengeksplor bermacam-macam jenis lensa yang ada. Dengan menggunakan lensa yang bervariasi, kita bisa mendapatkan view foto yang lain dari biasanya dan lebih sesuai keinginan.
Banyak bermacam jenis lensa kamera. Secara garis besar, ada istilah lensa Tele (Zoom), dimana lensa kamera tersebut memiliki panjang fokal (focal length) yang panjang, sehingga dapat membantu mengambil foto untuk objek-objek yang jauh. Kemudian ada istilah lensa Wide, lensa yang memiliki focal length pendek, sehingga sudut lebih lebar, dapat membantu mendapatkan foto yang luas view-nya, walau diambil dari tempat yang sudut-sudut kecil/sempit.
Terakhir dikenal istilah lensa fix, lensa yang memiliki panjang fokal tetap (statis), dan biasanya memiliki bukaan (aperture) yang besar, serta kedalaman (Depth of Field) yang sempit, sehingga mudah mendapatkan fokus yang lebih sempit dan efek bokeh yang bagus. Apa itu bokeh? Gampangnya, bokeh adalah istilah dimana objek fokus terlihat tajam, dan lingkungan di sekitar objek terlihat nge-blur (buram).
Gimana caranya mendapatkan lensa-lensa tersebut? Ya beli dong
Harga-nya bervariasi, tergantung jenis kamera kita juga (misal: apakah memiliki motor penggerak di body kamera?). Harga minimal Rp 1 jutaan (selengkapnya coba jalan-jalan ke Bursa Fotografer.Net) dan paling mahal bisa sampai puluhan juta rupiah. Bagi saya saat ini, tentu lensa adalah racun yang mematikan, dan bisa menguras isi tabungan dengan cepat
Saat ini ketimbang beli lensa baru, saya lebih memilih untuk menyewa saja. Kenapa? Karena untuk saya, fotografi saat ini barulah sekedar menjadi hobi saja, dan masih belum sering butuh menggunakan kamera (hanya event-event tertentu saja). Jadi daripada beli mahal-mahal tapi jarang dipakai, lebih baik uangnya ditabung dulu
Alhamdulillah di tempat saya di Jogja ini ada tempat khusus persewaan lensa untuk berbagai jenis kamera, namanya Lensa Jogja @LensaJogja . Showroom-nya ada di Jl. Menur No. 4 Baciro, dekat fly over stasiun kereta Lempuyangan Kota Jogja, relatif dekat dari kantor dan rumah saya. Koleksi kamera dan lensa yang dipunyai Lensa Jogja juga cukup lengkap, dari jenis lensa standard, tele, fix, wide (fish eye), dsb. Harganya juga relatif murah, dengan model sewa selama 8 jam atau 24 jam setiap harinya. Bisa melakukan booking pemesanan jauh-jauh hari. Untuk bisa menyewa, perlu meninggalkan identitas diri dan rumah, minimal 2 identitas yang memiliki alamat sama.
Sampai saat ini saya cukup puas menggunakan lensa sewa dari Lensa Jogja, apalagi pelayanannya yang friendly. Untuk event-event biasa, saya masih lebih memilih menggunakan lensa yang sudah saya punya (lensa standard bawaan paket kamera), tapi untuk moment-event spesial saya lebih memilih menggunakan lensa yang khusus pula, yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi, untuk bisa membantu mendapatkan foto yang bagus. Jangan sampai event-event spesial kita terlihat biasa-biasa saja!



