Hari ini saya mengikuti Workshop Seminar “Ngeblog Cari Duit. Why Not?” yang diadakan oleh Idwebhost.com (salah satu perusahaan webhosting terbesar se-Indonesia). Bertempat di Jogja Expo Center (JEC), acara ini diselenggarakan sejak pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB – dan saya datang pukul 10.00 WIB
Seminar ini dibagi menjadi 3 sesi utama:
- Herman Saksono (www.hermansaksono.com)
“Membuat dan Merias Blog & Tips Eksistensi Blog” - Nurudin Jauhari (www.jauhari.net)
“Mengoptimasi Blog dengan SEO & Tips Menyandingkan Blog dengan Web Social Networking” - Ahmad Isnaini (www.isnaini.com)
“Mengoptimalkan Blog sebagai Sumber Penghasilan & Tips Internet Marketing”
Acara yang menarik karena menghadirkan orang-orang yang memang berkompeten dalam bidangnya. Saya sendiri mengikuti seminar ini karena memang ingin banyak menambah pengetahuan tentang blogging, mencari uang lewat internet (khususnya bidang advertisement alias periklanan), dsb. (woot)
Selama ini saya memang nge-blog, tapi entah kenapa sekarang jadi aras-arasen, malas menulis. Padahal rasa ingin ‘berbagi’ cerita, pengalaman, ilmu, dsb sangat besar. Kalau tentang mencari uang lewat internet, saya dulu juga sangat tertarik, sampai-sampai akun Google Adsense berhasil mendapatkan ‘gaji’ sebesar $60-an dollar dalam waktu beberapa bulan. (money) Akhir-akhir ini saya ‘iri’ dengan teman kuliah saya, Kifni (blogger sukses) yang mampu menghasilkan puluhan-ratusan dolar hanya dalam beberapa bulan saja – yang sebagian ia sudah gunakan untuk beli barang-barang elektronik baru. (money)
Langsung saja. Berikut ini adalah beberapa pelajaran yang bisa saya ambil dari materi dan pengalaman pada seminar tadi:
Ngeblog (blogging) itu adalah untuk mencari dan membentuk komunitas
Disana kita dapat mencari teman, berbagi ilmu, pengalaman, dan tentu saja silaturahim sesama blogger. Kalau blog kita mau ramai, maka sering-seringlah berkunjung juga ke blog teman-teman lainnya. Jika blog ingin dikomentari banyak, maka rajin-rajin lah memberi komentar pada blog lainnya. Jika ingin mendapatkan komentar yang berkualitas, maka jangan sampai kita hanya posting komentar di blog teman-teman kita hanya dengan “PERTAMAX!”, “Keduax!”, “Pejwan!” (lmao)
SEO (Search Engine Optimization) menjadi nilai plus
Jika orang melakukan searching di Google, tentu saja yang nantinya dipilih adalah daftar situs yang ada di halaman pertama hasil pencarian (top ten). Agar bisa mendongkrak blog kita agar masuk di daftar atas, syukur bisa masuk halaman pertama, perlu dilakukan teknik-teknik optimasi Search Engine (SEO). Kita tahu banyak faktor yang dipertimbangkan oleh Google dalam mengindeks dan menampilkan hasil pencarian. Misal, banyaknya kata di situs tersebut yang relevan dengan yang dicari oleh orang; utak-atik permalinks (URL halaman situs memuat kata kunci); banyaknya situs dari luar yang nge-link ke situs tersebut, dsb. Faktor-faktor ini lah yang kemudian bisa ‘diakali’, agar blog/website kita bisa bersaing dengan yang lain. (funkydance)
SEO oke, tapi kualitas content tetap yang utama
Banyak orang yang ingin blognya selalu muncul di halaman pertama pencarian Google, lalu mencoba menerapkan ilmu-ilmu SEO (Search Engine Optimization) yang dibacanya di Internet. Model ‘belajar’ seperti ini rupanya dianggap sedikit salah kaprah dan terkesan berlebihan, karena akibatnya adalah blogger malah hanya akan sibuk mengutak-atik tampilan blognya, sibuk ngecek pagerank (PR), sibuk cari kata kunci, sibuk cari backlink bahkan sampai bikin banyak dummy blog, dsb. Ini membuat blogger justru lupa akan tujuan utamanya ngeblog. (doh)
Walau SEO menjadi nilai plus, tapi Google tetaplah melihat kualitas blog/website dari kualitas content yang ada di dalamnya. Blog tanpa SEO dengan 10 artikel yang asli, berkualitas, akan mendapat nilai lebih tinggi daripada blog dengan SEO tapi artikelnya hanya 2-3 saja, atau mungkin ratusan artikel, tapi itu semua hanya copy-paste dari blog/website lain (parahnya apalagi jika itu auto-blogging). (idiot)
Internet dan Blog sebagai salah satu sumber uang/dana yang tak terbatas
Mas Isnaini bahkan menyampaikan ada salah satu temannya yang pernah pendapatannya mencapai $8000 dolar (sekitar 80 juta) sebulan. Tentu saja ini sangat menggiurkan bukan (money) Salah satu bisnis di Internet yang dimaksudkan disini adalah bisnis periklanan (advertisement). (money)
Banyak perusahaan, produsen barang, dsb yang ingin mempromosikan produk mereka baik di lokal, regional, maupun Internasional bukan? Nah di sini para blogger membantu mereka. Kita bisa ‘bekerjasama’ dan tentu saja ada komisi (dibayar) oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan cara: memasang logo perusahaan mereka; memasang iklan mereka; mereview/memberi testimoni produk mereka, merekomendasikan produk tersebut pada teman-teman kita; dsb. Cukup mudah bukan? (money)
Yang perlu diperhatikan adalah: saking mudah dan banyaknya sumber uang di Internet ini seringkali membuat orang lupa diri. Pokoknya ingin mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Akibatnya adalah orang menjadi menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sengaja melanggar ‘peraturan kerjasama’ dengan perusahaan tadi, model kerja Multilevel Marketing (MLM), pyramid scheme, atau bahkan sampai melakukan penipuan. X-(
Nah sebisa mungkin hal-hal negatif seperti itu tidak dilakukan. Bertransaksi uang melalui Internet memang cukup beresiko karena baik pembeli maupun yang menawarkan barang jasa tidak bertemu langsung. Tapi disini yang berperan adalah kejujuran, tanggungjawab akan kredibilitas dan kepercayaan. B-)
—
Overall acara cukup menarik, hanya saja hanya satu, judul “Workshop” menurut saya kurang tepat jika dengan model dan bentuk seperti tadi. Lebih cocok Seminar atau Talk Show (goodluck) Pokoknya tetap semangat blogging, semangat berbagi! (rock)
PS: di acara ini Alhamdulillah saya juga bisa bertemu (kopdaran) dengan mas Rahmat Miftahul H. – teman di Plurk dan Twitter! (cozy)




