Kisah Sebuah Keluarga Bernama “Plurkers”

Plurk Masa-Masa Awal

Sudah hampir satu setengah tahun saya bergabung dan aktif di jejaring sosial bernama Plurk.com. Saya masih ingat kala itu (September-Oktober 2008), Plurk.com benar-benar jejaring sosial yang masih baru, sehingga teman-teman yang ada pun masih sangat sedikit sekali. (okok)

Saya sempat mendokumentasikannya dan membuat artikel pertama tentang ketagihan Plurk saya ini (baca: Ketagihan Nge-Plurk) :D Dulu, dalam sehari mungkin hanya ada 20-30 tret plurk baru (dulu hanya punya teman 8-10an :D ) Tapi sekarang sangat luar biasa, bisa sampai 100-200 plurk dan respon baru. Sampai-sampai speaker komputer dan laptop saya bunyi tung tung tung tung terus :D – dan sekaligus mendapat julukan Mbahnya Plurker oleh adik-adik Plurker di Teladan. :-&

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Screenshot Plurk "Terakhir" :'(

Sejak itu pula, saya banyak menemukan teman-teman baru, dan bisa dapat berkontak dengan kawan-kawan lama tentu saja – yang terpisah jarak dan waktu. Banyak suka dan duka tentu saja. Dari rasa sedih, terharu, lonely, sampai ngakak-ngakak tengah malam sendirian :-))

Tidak terasa, saya serasa menemukan “keluarga” baru di sana. Tempat saya bisa berbagi dengan teman-teman, kakak-kakak, dan adik-adik saya. Bahkan tak jarang saya mendapatkan ide, kritik, saran, bahkan mendapatkan tambahan pengetahuan untuk pemrograman web (baca: Plurk API & PHP Class Library) dan sekaligus penghasilan tambahan dari sana. Jika ketemuan waktu Kopdar, saya sempat terharu dengan ukhuwah yang terbentuk di dunia maya ini. Luar biasa. (worship)

Namun hari ini saya memutuskan untuk off dari Plurk. Banyak teman-teman yang bertanya-tanya, “Kenapa?  :-o ” – bahkan ada yang mengancam pula dengan Donatnya :D

Saya sendiri pun bingung mengungkapkan alasannya. Yang jelas alasannya bukan karena sesuatu hal yang membuat saya kecewa. Bukan karena teman-teman di sana. Bukan karena tret saya akhir-akhir ini sering banyak debatnya juga. Dan bukan karena boikot :D Tapi memang sudah jauh-jauh hari saya sudah punya niatan untuk off. Alasannya boleh jadi karena diri saya sendiri. Saya masih sering lepas kontrol, untuk bisa menjaga lisan dan tangan ini, entah sering kelepasan, sering Sembrono™, atau hal-hal lain yang untuk saya sendiri pun tidak baik, apalagi untuk teman-teman saya  (sad2)

Izinkan saya untuk istirahat sejenak dari sana.

Terimakasih buat teman-temanku, keluargaku di Plurk. Kalian telah menemani hari-hari saya, berbagi suka dan duka. Senang rasanya bisa mengenal kalian semua. Orang-orang yang tadinya sama sekali tidak saya kenal, tiba-tiba hati ini merasa sangaaat berat untuk meninggalkannya. Rasa yang hampir sama ketika mengantarkan kakak saya, saudara saya, teman-teman saya, yang entah kapan akan bisa bertemu kembali. Mungkin diri ini akan sangat merindukan malam-malam itu, hari-hari itu, masa-masa itu, yang rapi berjejer di timeline keluarga Plurk ini.

Tetap kompak dan jaga ukhuwah ini yaaaa. Jangan lupa saling mengingatkan juga… Maaf, maaf, maaf, maaf atas segala sikap, lisan, yang sekiranya pernah melukai hati teman-teman. Terimakasih semua.. Terimakasih ya Allah..

Sepertiga malam terakhir pada Kamis 8 April 2010..

Ya Allah,, air mata ini…

Update Kamis 8 April 2010 15.35 WIB

Mengingatnya banyak pesan, YM, FB, SMS, yang bertanya-tanya kenapa saya off dari Plurk – dan kebanyakan menduga-duga karena ada sesuatu hal dengan teman-teman maupun organisasi saya, maka saya mau mengklarifikasi bahwa sekali lagi, keinginan saya untuk off sudah sejak lama, bahkan beberapa pekan yang lalu saya sudah mulai memposting tentang rencana off dari plurk ini :-))

Jadi saya off bukan karena alasan person, organisasi/lembaga, dsb. Jangan dihubungkan dengan tret perdebatan akhir-akhir ini. Saya sudah 1,5 tahun nge-Plurk, dan sudah biasa dengan yang namanya berdebat, pasang status GJ (Gak Jelas), dsb – dan kesemua itu tidak pernah saya anggap benar-benar serius. Saya sebagai orang IT, bisa memahami itu hanya tentang kelemahan jejaring sosial, tulisan status pendek-pendek, dsb. (okok)

Kemudian ada yang bilang mungkin saya terlalu “serius” dan berlebihan dalam nge-Plurk, padahal sebisa mungkin di Plurk itu untuk having fun saja. Saya tidak pernah merasa saya berlebihan. Dan saya benar-benar fun kok didalamnya. Saya bisa bertemu dengan banyak teman-teman di sana. Teman-teman mungkin masih ingat tipe ngePlurk saya: seringkali saya hanya posting, lalu membiarkan begitu saja, dan tidak pernah menanggapi respon dari teman-teman -sehingga banyak yang merasa dicuekkin dan merasa lonely :D ; Saya malah malas jika harus selalu sibuk dengan respon-respon itu. :D

Saya pun sebenarnya juga bisa dikatakan terlalu “serius”. Tapi serius saya selama ini bukanlah untuk addicted di Plurk, tapi saya ingin mempelajari sistem, pemrograman dibalik Plurk ini. Itu lah kenapa saya kemudian membuat 4 buah aplikasi untuk Plurk. Saya suka bereksplorasi dengan pemrograman di dalamnya. Dan Alhamdulillah banyak ilmu yang bisa didapatkan dari Plurk ini untuk mengembangkan minat web programming saya. (worship)

Terakhir, salah satu alasan yang cukup kuat untuk sejenak off dari Plurk adalah mengingat amanah-amanah yang sekarang ini masih saya ampu. Walau sebenarnya saya juga sangat terbantu sekali dengan adanya Plurk ini, karena bisa terus dekat dan memantau anggota saya, adik-adik saya, dsb (devil) – dan sebaliknya (okok) Selebihnya tidak usah saya jelaskan ya :-))

Btw baru beberapa jam saja rasanya sudah sangat kangeeenn.. (lonely)

Pada kesasar di sini mencari:

  • WijiWidayati

    hai teman plurk!! (bye)

    (thinking) nek uda nggak ngeplurk trus manggilnya apa ya? :D
    apapun itu..matur nuwun.. :-))
    banyak belajar dari (plurknya) Yohang..
    (cozy)

  • http://www.plurk.com/lathea RifQiex

    susah nahan air mata baca tulisan dan backsoundnya mas…
    tepat ketika saya baru mulai merasakan yg namanya “keluarga” di plurk…malah dapat tulisannya Mas Yohang…
    bener2 gak kebayang jika suatu saat harus jauh dari mereka…
    tp terima kasih buat tulisannya yg penuh makna..
    mohon maaf kalau dgn sgala keterbatasan saya memaknainya seluas mungkin yg saya bisa… (worship)

  • manzai

    ada perpisahan juga ya di plurk
    (okok)

    *menentukan pilihan*
    semangka!

  • mi_saja

    baru baca ini (woot) ,, jadi agak sedih (sad2) ..
    soalnya mi juga dpat bnyak teman2 baru di plurk dan sudah seperti keluarga sendiri..
    (bye) sampai ktemu di jejaring sosial yg laen mas yohang

  • http://cicisilent.blogspot.com cici silent

    Yup! Memang semua ada masanya. Tapi, bisa bersilaturrahim dengan saudara2 seperjuangan melalui jejaring sosial semacam Plurk, sungguh luar biasa. Selamat berhibernasi (worship)

  • http://azharimd.wordpress.com Azhari Mayondhika

    Yogaaaaaaaaaaa (cry) (tears) (sad2)

    Itulah yang kurasakan saat ini…

    I’ll miss you on plurk, bro (cozy)

    Kebersamaan tidak hanya lewat satu media, namun masih banyak lagi, Semoga Ukhuwah ini semakin kuat!

    Semangka!

  • monantangdunia

    yaudah, cuma bisa bilang ati-ati di jalan ya mas @yohang jangan panggil saya monambalban lagi (haha) (wave)

  • http://www.syahidahauri.multiply.com Hauri

    Saya senang bisa bertemu yohang di plurk.. :-)) tret2nya yg kadang ngaco atau komen2nya yg humoris memberikan kesan tersendiri buat saya…waktu unplurk kita ternyata berdekatan (drinking) dan alasan saya unplurk jg cukup diwakilkan oleh yohang disini.. Saya pun merasa berat u unplurk dan sering merindukan aktifitas teman2 di plurk.. Saya menemukan jalinan ukhuwah yg tulus disana…ah menuliskan ini membuat mata saya basah… (tears) Tapi u sementara ini unplurk cukup membantu u kembalikan karakter saya yg kemarin2 rasanya sudah terkontaminasi.. (worship) intinya memang saya sendiri yg belum bisa menjaga diri dari plurk.. :-) Jazzakallah yohang..tulisanmu mengantarkan saya sedikit bercerita kepada sahabat2 plurk tentang kepergian saya..sahabat2 yg sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri.. Hanya Titip sejumput kerinduan.. dari saya u sahabat2 disana.. :-)

  • http://fajarbs.wordpress.com fajarbs

    salam berjumpa di dunia nyata wae Yog,,, miss u all,,,, (it seems i don’t find any cozy emote)

  • http://rifkahakim.wordpress.com Haqeem

    Weh, Yohang off dari plurk to.. (woot) gak popo ding yog santae wae.. (drinking)
    Plurk kan hanyalah sekedar sarana, bukan tujuan
    (scenic)

    salam,
    haqeem

    *saya mulai terdaftar di Plurk juga sejak 2008, ya sehabis baca postingan ketagihan plurk nya yohang (idiot) *

  • http://mathismyth.blogspot.com .sigmanda.

    njenengan ada betulnya juga, sering saya juga memikirkan hal yang sama (bye)

  • http://illawise.com/ iLLa

    we have our own choice. yaa walopun kehilangan juga sih. Yohang bukan orang pertama yg pergi dari timeline sayah, jadi semakin berasa sepi (lonely)
    semoga tetap bisa silaturahim di tempat lain yah.. Sukses buatmu bro (worship)

  • http://cumaceritacumacuma.blogspot.com japran

  • laila

    *smg g telat komeng*
    juahaaaaatt,hat,hat,hat……
    tambah sepi iki plurk’e…..
    tp begitulah hidup, ada pertemuan ada perpisahan.
    smg akhi selalu dalam lindungan Allah (cozy)

  • http://uzzy.web.id/ udjonkz

    (wave)
    backsound e maraii mrinding mas yog..

  • ifa urifah

    adios akh tuing di plurk (bye)

    tp tetep jg silaturahim di Fb ya (goodluck)

  • http://melati-asih.web.ugm.ac.id immel

    (idiot) baru dimintai tolong di web malah wis kabuur..
    B-) tapi sedih juga, orang yang mengembara statusnya di plurk salah satunya antum Yog..

    Gara gara antum unplurk, Mp3 yang jadi soundtracknya SKDA yang s4 ku donlot jadi inget treet antum di plurk, jadi kerasa kehilangannya..
    (drinking)

  • http://dunia-iqbal.blogspot.com taftazani

    Yoga, aku rung dike’i DVD SKDA lho… (idiot)

    *pake icon ini jadi inget YoHang di Plurk* (tears)

  • http://bed-boy.com Hanif

    wah2… mantab dung, soal coding2an, saya cuma bisa yang dasar2 saja. hehe.

  • hanamanohana

    wah .. gak ada *satpol PP* lagi nih, yang suka menyemprit (sad2) (tears)
    yoben ding, lungo ra pamit barang

Artikel Terkait