My Life, My Great Adventure - Indonesia
Keindahan Pantai Wediombo dan Pantai Jungwok
Petualangan edisi kali ini saya melakukannya bersama teman-teman Para Pencari Pantai (PPP) yang terdiri dari @yoyoimut, @widy_agung, @akhyar, dan @odynx. Perencanaan perjalanan ini hanya dilakukan dalam beberapa hari saja, yaitu dengan mencari informasi pantai-pantai menarik di daerah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai di kawasan ini memang terkenal dengan pasir putih, ombak yang tidak terlalu besar, dan tidak banyak pengunjungnya. Beberapa bahkan masih perawan, alias masih jarang sekali tersentuh manusia kecuali warga sekitar. Selain jauh, akses jalannya pun masih terbatas. (okok)
Tujuan kali ini adalah Pantai Wediombo dan sekitarnya: Pantai Jungwok. Sebelum ini saya belum pernah ke Pantai Wediombo, karena pantai ini adalah yang paling jauh dibandingkan yang lainnya. Berada di daerah Kabupaten Gunung Kidul paling selatan dan timur, alias sudah hampir perbatasan Provinsi D.I. Yogyakarta dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 70 km lebih, dan membutuhkan waktu minimal 2 jam perjalanan. (gym)
Kami berangkat dari daerah Gejayan, Depok, Sleman, kurang lebih pukul setengah delapan pagi dengan menggunakan mobil. Cuaca ketika itu mendung, bahkan sempat hujan gerimis rintik-rintik. Memutar jalur Ring Road, lalu ke arah Jl Solo – Candi Prambanan – Candi Boko – Piyungan, dan mulai naik pegunungan Gunung Kidul. Jalan naik dari Bukit Indah, Patuk, kemudian sampai Kota Wonosari, sekarang ini sudah cukup bagus. Banyak pelebaran jalan dimana-mana, dan beberapa tikungan-tikungan tajam sudah digantikan dengan shortcut jalan lurus. :D
Sesudah Kota Wonosari, jalan menuju ke Pantai Wediombo, ada dua jalur: melalui jalan yang menuju arah Pantai Sundak dan Pantai Siung, atau melalui jalan ke arah Pantai Baron. Kami menggunakan jalur arah Pantai Baron. Sebelum Pantai Baron ada percabangan jalan, pilih yang kiri (kalau kanan, masuk Pantai Baron). Setelah itu tinggal ikuti jalan utama. Pemandangan selama perjalanan cukup memanjakan mata. Selama perjalanan perlu ditingkatkan kewaspadaan karena jalan banyak berkelok-kelok. Siap-siap juga kalau mabok dalam kendaraan :D
Pantai Wediombo
Pukul 10.00 WIB kami akhirnya sampai juga di tempat parkir kawasan Pantai Wediombo. Pertama kali melihat dari tempat ini, rasanya aneh dan unik. Ternyata saya masih berada di tempat tinggi. Pantai-nya sendiri ada di bawah sana. Sehingga kami harus turun untuk ke pantai. Sebelum itu, kami sarapan makan nasi Gudeg terlebih dahulu. Perjalanan Yogyakarta – Gunung Kidul ternyata benar-benar menguras perut :D
Kesan pertama begitu menginjakkan kaki di pasir putih Pantai Wediombo adalah luar biasa bersih dan luas. Kebetulan pada hari itu juga tidak terlalu banyak pengunjung, sehingga kesannya menjadi pantai pribadi yang tentu saja sangat menyenangkan. Selain airnya bersih, arus ombaknya juga tidak terlalu besar. Area untuk bermain dan mencemplungkan diri ke dalam air laut pada daerah dangkal cukup luas. Oh ya, Wediombo sendiri, dalam bahasa Jawa, berarti “Pasir yang luas.”
Keindahan pantai ini bertambah dengan adanya batuan coral dan karang yang eksotis. Di kejauhan ada tanjung yang menjorok ke laut, menjadikan pemandangan pantai ini tidak membosankan untuk dilihat. Pemandangan luar biasa ini sangat nikmat ketika dilihat dengan duduk-duduk santai dibawah rindang dan teduhnya pepohonan di pinggir pantai. Belakangan, kami baru tahu kalau Pantai Wediombo itu menghadap ke barat, dan bukan ke selatan seperti pantai-pantai di Yogyakarta lainnya. Sehingga mungkin bisa menikmati matahari tenggelam (sunset) yang indah dari sini.
Fasilitas di Pantai Wediombo ini sudah cukup memadai, dengan adanya tempat parkir, kamar mandi dengan air bersih, dan warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga standard. Bedanya dengan pantai lain di Gunung Kidul, di sini belum ada kapal-kapal nelayan. Tapi banyak penduduk yang sekitar memancing di sekitar pantai.
Pantai Jungwok
Target kami yang kedua adalah Pantai Jungwok. Dari informasi yang kami dapatkan, pantai yang berdekatan dengan Pantai Wediombo ini memang benar-benar masih perawan, alias masih belum dijamah banyak orang. Hehehe. Akses jalan ke sana saja hanya bisa dengan berjalan kaki pada jalan setapak yang melalui kebun/ladang penduduk, melewati pematang-pematang sawah serta naik-turun memutari bukit. Jangan mengharapkan ada papan penunjuk arah di sini. Beberapa cerita pengalaman, banyak yang salah ambil jalan alias sedikit tersesat. Filosofi malu bertanya sesat di jalan, akan terasa di sini. Ajaklah kerabat yang bisa berbahasa Jawa, agar bisa bertegur sapa dan bertanya pada penduduk sekitar dan petani.
Kurang lebih 30-45 menit kami jalan kaki melewati ladang pertanian, sawah, naik-turun bukit. Gunakan alas kaki/sandal yang cocok untuk jalan kaki di jalan setapak, pematang sawah, trekking, dsb. Pemandangan pegunungan khas Gunung Kidul selama perjalanan cukup menawan. Alhamdulillah kami tidak tersesat, sehingga bisa langsung sampai Pantai Jungwok. Kesan pertama? Pantai ini sangat manis, luar biasa indahnya. Perjuangan untuk mencapai pantai ini, terbayar sudah ketika sampai. Mungkin kata-kata tak bisa mewakili deskripsi pantai ini. Jadi lihat saja foto-fotonya saja. Hehehe. Yang jelas pantai ini masih sangat bersih, dengan pasir putihnya. Masih sepi, itulah kenikmatannya. Jangan harap ada warung di sini. Sehingga pastikan logistik kita sudah memadahi. (hungry)
Memandangi keindahan laut serta flora di Pantai Jungwok ini rasanya tak akan pernah bosan. Jika mau, naiklah ke perbukitan di sekitar pantai. Dari atas kita akan dapat melihat keindahan dalam sudut pandang yang berbeda. (worship)
Pulang dari Pantai Jungwok menuju Pantai Wediombo, kami malah tersesat. Bahkan mencari satu-satunya ‘pintu masuk atau pintu keluar’ pantai ini saja kami kebingungan karena tertutup tanaman bakau yang cukup rimbun, sehingga membentuk gua kanopi. Berikutnya, kami pun salah ambil jalan dan malah jadi mendaki gunung. Hehehe. Tapi pemandangan ketika tersesat itu juga tak kalah luar biasa lho. Hehehe. Akhirnya harus bertanya pada petani. Sesampainya kembali di Pantai Wediombo, wajah-wajah kelelahan nampak jelas, sehingga harus diobati dengan mampir ke warung terlebih dahulu. (hungry)
Mari Jaga dan Lestarikan
Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak
Jangan mengambil apapun kecuali foto
Jangan membunuh apapun kecuali waktu
Foto-Foto
- Para Pencari Pantai
- Pemandangan Ketika Tersesat
- Tersesat
- Tersesat
- Flora Pantai
- Pantai Jungwok Dari Atas
- Flora Pantai
- Pasir Putih Pantai
- Air Sungai Jernih
- Para Pencari Pantai
- Hijau
- Pantai Jungwok
- Damai
- Menikmati Keindahan Alam
- Merenung
- Jejak Langkah di Pasir
- Pantai Jungwok
- Menyusuri Pantai
- Akhirnya Sampai
- Pintu Masuk
- Rawan Tersesat
- Menyusuri Lembah Bukit
- Mancing di Pantai
- Celup-Celup di Air
- Air Jernih
- Koral Pantai
- Air Laut Bersih dan Dangkal
- Luasnya Pantai Wediombo
- Bebatuan Pantai
- Keteduhan Pantai Wediombo
- Pasir Putih Wediombo
- Menuruni Tangga Pantai Wediombo
- Pantai Wediombo
- Pantai Wediombo dari tempat parkir
- Perjalanan Panjang
Terakhir, tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun untuk mas @widy_agung , doanya tidak usah saya tulis di sini, biar lebih afdhol ya (goodluck) Terimakasih tentu saja atas sponsornya, dan mas @yoyoimut atas fasilitasnya dan tak kenal lelah, serta teman-teman Para Pencari Pantai. Perjalanan yang luar biasa. Besok lagi pokoknya :D *senggol pak @naphi dan teman-teman PPP lainnya* (goodluck)
Lokasi di Peta: http://t4nya.com/point/69711
Foto selengkapnya: http://on.fb.me/dFGrZ7
Review Pantai Wediombo dan Jungwok di Kaskus: http://kask.us/6473622
Info Lain www.wediombo.com
Pada kesasar di sini mencari:
- Kaede_milan
- http://yohang.net Yoga Hanggara
- http://ahmadhanafi.wordpress.com/ naphi
- http://akhyar.web.id Akhyar
- http://d3wdr0p.com Faye
- http://akhyar.web.id Akhyar
- al-lail
- http://heruls.net/ @HeruLS
- http://yohang.net Yoga Hanggara
- Tyasrahma
- http://yohang.net Yoga Hanggara
- Vhiequeen98






































