Hangat Bersama Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta

Hangat Bersama Bapak Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta

Hangat Bersama Bapak Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta

Alhamdulillah Jumat sore (18 Juli 2008) teman-teman di KSAI Al Uswah bisa bersilaturahim ke rumah Bapak Bambang Supriyono, Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta. Sejak Bapak Bambang menjabat sebagai kepala sekolah yang baru, KSAI belum pernah sekalipun bersilaturahim ke rumah beliau. Susah untuk menentukan jadwal. Jadi omong-omong selama ini biasanya hanya dilakukan di sekolah. Tapi akhirnya, Alhamdulillah bisa main juga ke rumah beliau.

Pengurus KSAI dengan 13 orang gerubyugan disambut oleh keluarga bapak Bambang dengan hangat. Kebetulan juga, putra Pak Bambang adalah teman di SMA 1 plus seangkatan dengan kami dulu, jadi lebih enak.

Alhamdulillah rasa canggung kami sedikit berkurang. Sangat berbeda dengan apabila kami bertemu dengan beliau di kantor kepala sekolah. Beliau cukup baik dan terbuka. Setelah sedikit ‘sambutan prolog’ dari kami (yang kemudian ditanggapi beliau), Pak Bambang mengajak kami untuk saling bertukar cerita mengenai SMA 1. Pak Bambang menyampaikan bagaimana konsep pendidikan akademik/nonakademik yang sekolah kini sedang siapkan, terutama untuk siswa baru.

Dengan berbagai gojegan dari beliau, membuat silaturahim kali ini semakin mengasyikkan. Alhamdulillah. Beliau juga sedikit berbagi pengalaman tentang perbedaan antara SMA 1 Yogya dan SMA 3 Yogya (sekolah tempat beliau menjadi Kepala Sekolah sebelum di SMA 1), yang mana masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Sebagai pelaku pendidikan di Kota Yogya, beliau juga berbagi cerita tentang persekolahan/pendidikan di Kota Yogyakarta.

Dukungan Penuh

Mendengarkan Antusias

Antusias mendengarkan

Alhamdulillah, Pak Bambang mendukung penuh kegiatan KSAI Al Uswah di SMA Negeri 1 Yogyakarta, khususnya kegiatan Mentoring. Beliau mengungkapkan, bahwa tujuan dari sekolah itu tidak hanya mendidik siswa menjadi cerdas dalam bidang akademik saja, tapi juga non-akademik. Dan tentu saja semua itu juga harus diimbangi dengan peningkatan iman, taqwa, dan akhlakul kharimah. Sehingga diharapkan output dari SMA 1 adalah pelajar cerdas, berhati nurani serta berakhlak mulia, seimbang antara dunia dan akhirat.

Dukungan beliau, sebagai Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta kepada KSAI Al Uswah, tentu saja meringankan hati kami, terutama ketika isu ‘ekstrimisitas beragama di SMA 1′ kembali menghangat di masyarakat Kota Yogyakarta (baca Lagi-Lagi Dicurigai). Ini semakin meyakinkan kami, bahwa isu tersebut hanya dihembuskan oleh orang-orang luar yang tidak suka dengan SMA Negeri 1 Yogyakarta saja. Karena di dalam, justru SMA 1 baik-baik saja.

Beliau sangat berterimakasih kepada alumni-alumni, yang walau junior, tapi mau meluangkan waktunya untuk adik-adik kelasnya, membimbing, berbagi pengalaman, dsb. Beliau begitu menjadi kepala SMA 1, kagum bagaimana alumni SMA Negeri 1 Yogya masih aktif membantu adik-adik kelasnya. Padahal di sekolah lain, alumni-alumni yang balik/main ke sekolahnya, justru mereka yang nakal-nakal, genk, merokok, dsb. Beliau bersyukur, di SMA 1, alumni-nya masih baik-baik. (Wah jadi malu ni Pak! Hehe).

Peserta silaturahim akhwat juga antusias

Peserta silaturahim akhwat juga antusias

Beliau mendukung penuh kegiatan KSAI/alumni juga karena beliau meyakini, sebuah sekolah sebenarnya akan kuat/baik, apabila unsur-unsur yang membangunnya juga kuat/aktif: Guru-karyawan, siswa, komite sekolah/ortu siswa, dan alumni. Kalau untuk bantuan sarana-prasarana, dana, beasiswa, dsb itu mungkin sekarang yang bisa memberi adalah alumni yang sudah cukup senior dan mapan. Tapi bukan berarti alumni junior tidak bisa memberi apa-apa. Alumni junior justru sangat diharapkan keterlibatan langsung (membimbing) terhadap adik-adik kelasnya, karena tentu saja: alumni junior lebih dekat dengan adik-adik kelasnya, lebih punya banyak waktu luang, dsb.

Alhamdulillah silaturahim kali ini cukup baik dan hangat. Walau sekedar obrol-obrol ringan saja, namun insya Allah dapat membuka hati-hati ini. Semoga yang kecil ini, bisa menjadi loncatan batu, sehingga ke depan kerjasama antara SMA Negeri 1 Yogyakarta dan KSAI Al Uswah dapat berjalan baik. Seperti kata beliau, kata kuncinya adalah: komunikasi. Akhirnya, ba’da sholat Maghrib, rombongan berpamitan untuk pulang. Alhamdulillah…

Teriring maaf dan terimakasih dari kami untuk Bapak Bambang beserta keluarga.

Pada kesasar di sini mencari:

  • http://darwnho.wordpress.com darwinho

    PERTAMAAXX…..

    SEMANGKAA Yog….
    \^o^/

  • http://fayaimutz.multiply.com fayruz

    wah, teman angkatan saya ada yg muring2 gg diajakin ikut showan..
    mungkin showan2 yg selanjutnya publikasinya lebih digencarkan.. :D

  • tia

    hualah, aku juga pernah lho dulu pas kelas 2 ke rumah pak bambang, ke rumah yovan dink maksud’e..
    nang foto kuwi noerma dudu’? walah, dolan kok ra ngajak2 T_T..

  • http://penxpower.wordpress.com Ponxpower

    Wah, pak bambang gak jadi kenalan sama aq… U.U

  • http://80iezuew.multiply.com Manzai

    pas kuwi nang Pekalongan je

    Ke t4 Pak Bambang ki enake neng pengen ngobrol sik mutu2

    So, nek butuh teman ngobrol bliau ketoke seneng nek do dolan
    Masalahe mung Bliau sempat ra, hehe

    Sumber: Pengalaman biyen pas karo cah2 08 nang Pak Bambang,jaman2 kelas 3

  • http://80iezuew.multiply.com Manzai

    Mas, ada satu hal berbeda dari Pak Bambang dari kebenyakan warga SMA 1
    Pak Bambang juga suka kata2 teladan lho Mas
    Kalo liat di buku angkatan 2008, pas beliau nulis di sambutan&kesan pesan itu beliau selalu menyelipkan kata TELADAN diantara SMAN 1 dan Yogyakarta

    Kayaknya perlu ditanyakan nih,
    bisa2nya beliau suka kata kata yang memberatkan untuk disandang itu,
    yang bikin banyak temen2 malu pake Jas Almamater Teladan

    Sesuk ditakokke nek ada Hangat Bersama Kepala Sekolah session 2
    Barangkali bisa nambah PD (Pengetahuan Dasa-;P) buat kita2
    (jangan lupa woro2 nek ono silaturahim gitu, virtually hehe)

    maturnuwun
    Wassalamu’alaykum

  • http://www.wikupedia.blogspot.com Wiku

    wah…ternyata masih ada ya kakak2 kelas yang peduli sama sma 1….terimakasih loh mas, dan selamat berjuang yah…soale kayaknya anak2 bawah2 saia itu rodok lebih mbeling dari angkatan 2008.

  • http://myryani.wordpress.com My

    saya kq gak hadir ya?? apa gak diundang?
    ^duh, koment apa nich^
    ^ngaco mode on^

  • http://achoey.wordpress.com achoey sang khilaf

    subhanallah
    silaturahim yang khidmat :)

  • http://rita.dzikr.com rita

    Pengen ikut..

  • http://sukakku.blogspot.com/ zada

    ‘afwan menurut ana, akhwat bukan makhluk yang layak untuk dipertontonkan fotonya, hal ini berdasar fatwa lajnah da’imah yang melarang menyebarlusakan foto akhwat baik media cetak mau pun elektronik.

    ‘afwan

Artikel Terkait